Saya termasuk orang yang setuju dengan pepatah nyeleneh "Sepandai-pandainya laki-laki menyembunyikan kengeresannya, takkan sepandai perempuan menyembunyikan kematrean-nya" (Off the record, pepatah ntu saya yang ngarang sendiri, barusan He..) Mari kita bahas. Maaf sebelumnya, bukan berarti saya membela habis-habisan kaum saya, sebaliknya juga bukan berarti saya seorang feminis.Faktanya: (maaf) Perempuan Pekerja Seks Komersial sampai hati menjajakan dirinya demi uang, padahal secara ekonomi dia tergolong cukup, hanya saja mungkin nafsunya selalu merasa kurang dan ingin hidup bergelimang kemewahan, tanpa kerja keras dan sesuai norma yang ada. Lalu.. laki-laki hidung belang dengan entengnya memakai jasa mereka dan rela mengeluarkan uang yang seharusnya dia gunakan untuk menafkahi anak-isterinya.
Lihatlah benang merahnya: uang dan seks. Siapa yang salah? Bukankah semua tampak alami buat anda? Masing-masing menjalani naluri alamiahnya, sesuai kodrat masing-masing. Bagi saya tampak seperti simbiosis mutualisme saja. Soal dosa atau tidak, urusan mereka dengan Tuhan.
Banyak laki-laki menceraikan isterinya karena isterinya sudah tak lagi membangkitkan gairah seks mereka seperti dulu. Sebaliknya (ehm...!) banyak perempuan minta cerai karena tidak tahan bersuamikan laki-laki miskin! Anda boleh tarik kesimpulan sendiri, bebas terserah anda, pertanggungjawabkan saja konsekuensinya.

0 komentar: "Matre VS Ngeres"
Posting Komentar