Senin, 19 April 2010

Workaholic VS Workaphobia 4 (harga lelaki)

Meski kalangan pakar psikologi mencela sifat ini sebagai penghambat produktifitas, dan agama manapun secara tegas mencap orang-orang ini sebagai orang yang dzolim terhadap dirinya dan keluarga, tapi angka pengangguran masih saja tinggi. Kemungkinan sumbangan angka dari para workaphobia ini diyakini yang paling besar, hampir mendekati 80%, selain faktor pendidikan dan keterampilan serta kurangnya lapangan kerja yang tersedia.

Para workaphobia ini seringkali mengarang sejuta alasan agar bisa bermalas-malasan dan menghindari tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Sebenarnya mereka bukan orang gila, hanya saja mereka mungkin belum menemukan pekerjaan yang cocok dengan panggilan jiwa mereka. Masalahnya sekarang adalah bukan cocok atau tidak cocok. Pertanyaannya adalah: bisa makankan anak-istrimu hari ini? Bagaimana dengan masa depan anakmu? Apa kamu pikirkan apa kata orang-orang karena kamu mangkir dari kewajibanmu sebagai seorang laki-laki?

"Lalaki mah Kudu Boga Harga.." Itulah pepatah favorit ayah saya. Masak kamu akan tinggal menumpang terus dengan mertua di rumahnya yang hampir roboh..? Dimana harga dirimu? Mikir bos...

0 komentar: "Workaholic VS Workaphobia 4 (harga lelaki)"

Posting Komentar