
Oke, jadi anda masih merasa orang yang paling malang di dunia karena dirundung rasa takut. Takut apakah anda, wahai orang yang budiman..!
1. Takut bersaing
Ada perbedaan mendasar antara takut dan lelah. Anda sebenarnya berani dengan persaingan, tapi hati anda merasa lelah karena sebenarnya panggilan jiwa anda bukan di bidang tersebut. Pada setiap perusahaan ada departemen khusus menangani masalah ini. Departemen personalia betugas menempatkan orang sesuai dengan posisinya, berdasarkan bakat, kepribadian, dan kemampuan intelektualnya. Anda tak bisa memaksakan sebuah baut agar masuk ke mur yang bukan pasangannya bukan?
Sedangkan takut menghadapi persaingan (berkompetisi) lebih cenderung menyerah pada ketakutan itu sendiri, sehingga kepandaian sejati dari mental anda malah tertekan tanpa disadari (lihat artiket sebelumnya) Ini sangat berbahaya.
2. Takut kehilangan harta untuk berinvestasi
Anda tahu orang dengan 'modal dengkul' sebenarnya lebih berpeluang merugi berkali-kali daripada anda yang berani mengeluarkan uang untuk berinvestasi? Maksud saya begini: Jika anda menginvestasikan uang, tenaga, fikiran dan waktu demi kesuksesan anda, itu bukanlah kerugian, karena anda bisa belajar banyak sepanjang pengalaman hidup anda, dan anda bisa berbagi pelajaran berharga itu dengan orang-orang yang anda sayangi. Tapi orang yang hanya bermodalkan dengkul? Dia mempertaruhkan dengkulnya, artinya kalau rugi ia akan kehilangan dengkulnya! Hanya sampai di situkah keberanian anda? Anda berani menjalani hidup, mondar-mandir tanpa dengkul..?Ayolah....yang benar saja.
3. Takut menjalani proses
Duh...Saya malu berteman dengan anda, anda terlalu penakut. Dan yang paling tak bisa diterima, anda mengaku kalah sebelum perang. Kalau kenyang sebelum makan? Mustahil kan namanya...Kalau anda tetap memilih berani, anda tidak akan mudah menyerah.

0 komentar: "Workaholic VS Workaphobia 9 (Masih Takut?)"
Posting Komentar